Tapi, ada yang lebih aneh daripada tanaman bisa ngeblog, lhoooNenek-nenek ngeblog, itu kita sudah tahu. Anak kecil imut ngeblog pun bukan lagi hal yang aneh. Tapi, bagaimana kalau ada tumbuhan yang bisa ngeblog? Ah, yang bener?
Adalah Midori-san, tumbuhan yang hidup di sebuah pot di Jepang, yang menuliskan update blog secara teratur dengan bantuan sensor yang ditempelkan di dedaunannya. Detektor itu mengambil sinyal elektronik di atas permukaan tumbuhan yang merespon cahaya dan sentuhan manusia. Data itu kemudian dipadukan dengan informasi cuaca dan suhu, lalu diterjemahkan menjadi blog post menggunakan algoritma komputer. Dan, flora itu pun ngeblog-lah. Oh, ternyata begitu ya caranya.
Ngapain repot-repot menyuruh tanaman berdaun seperti bentuk hati itu untuk ngeblog? Menurut Satoshi Kuribayashi dari Universitas Keio, tujuannya adalah untuk mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi dari dunia flora yang selama itu tidak pernah terungkapkan. Ah, kerjaan orang iseng nih. Kekekekekk…
Wah, kalo itu sih akhirnya nggak aneh lagi. Di Indonesia ada yang lebih aneh lagi, ada seorang pakar telematika yang alergi terhadap blog. Jika Universitas Keio bisa “memaksa” sang pakar untuk ngeblog, itu baru hal paling aneh yang ada di blogosfir. Bukan begitu?
[Sumber: Telegraph]
Adalah Midori-san, tumbuhan yang hidup di sebuah pot di Jepang, yang menuliskan update blog secara teratur dengan bantuan sensor yang ditempelkan di dedaunannya. Detektor itu mengambil sinyal elektronik di atas permukaan tumbuhan yang merespon cahaya dan sentuhan manusia. Data itu kemudian dipadukan dengan informasi cuaca dan suhu, lalu diterjemahkan menjadi blog post menggunakan algoritma komputer. Dan, flora itu pun ngeblog-lah. Oh, ternyata begitu ya caranya.
Ngapain repot-repot menyuruh tanaman berdaun seperti bentuk hati itu untuk ngeblog? Menurut Satoshi Kuribayashi dari Universitas Keio, tujuannya adalah untuk mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi dari dunia flora yang selama itu tidak pernah terungkapkan. Ah, kerjaan orang iseng nih. Kekekekekk…
Wah, kalo itu sih akhirnya nggak aneh lagi. Di Indonesia ada yang lebih aneh lagi, ada seorang pakar telematika yang alergi terhadap blog. Jika Universitas Keio bisa “memaksa” sang pakar untuk ngeblog, itu baru hal paling aneh yang ada di blogosfir. Bukan begitu?
[Sumber: Telegraph]

